🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Distrik Kuala Kencana Perkuat Budaya PHBS untuk Mencetak Generasi Mimika yang Sehat dan Produktif

TIMIKA, Papuatimes.com – Pemerintah Distrik Kuala Kencana terus memperkuat budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah strategis meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mencetak generasi Mimika yang sehat, produktif, dan berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Sosialisasi Penumbuhan Kesadaran Keluarga dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga dan Lingkungan dengan Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar di Aula Distrik Kuala Kencana, Kamis (9/7/2026).

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Distrik Kuala Kencana ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas kepala-kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pemudi, tokoh perempuan, ibu-ibu PKK Distrik Kuala Kencana, kader kesehatan, kader Posyandu, aparatur distrik, serta masyarakat dari berbagai kampung di Distrik Kuala Kencana. Turut hadir pula perwakilan Koramil Kuala Kencana dan Polsek Kuala Kencana, sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.

Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Distrik Kuala Kencana, Selfina Pappang, SE., MT, yang mewakili Kepala Distrik Kuala Kencana, Manase Omaleng, S.IP., M.AP. Dalam sambutan Kepala Distrik yang dibacakan oleh Sekretaris Distrik, ditegaskan bahwa kesehatan merupakan aset sumber daya manusia yang paling berharga dalam pembangunan daerah.

“Kesehatan adalah aset utama yang kita miliki. Nilainya jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fisik maupun infrastruktur. Tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan tidak akan berjalan secara optimal. Karena itu, menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar,” demikian pesan Kepala Distrik yang disampaikan Selfina Pappang.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain mengikuti pemaparan materi dengan serius, para peserta juga aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membangun budaya hidup sehat sebagai investasi bagi masa depan keluarga dan daerah.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidang kesehatan masyarakat, yakni Selfina Maria Tekege dari Puskesmas Bhintuka, Mariana Sombodatu, SKM., M.Kes, Kepala Puskesmas Karang Senang, serta Benny dari Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia.

Dalam pemaparannya, Selfina Maria Tekege dan Mariana Sombodatu menegaskan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencegah berbagai penyakit.

Keduanya mengajak masyarakat untuk menerapkan 10 indikator PHBS, yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, tidak merokok, melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, memberikan ASI eksklusif kepada bayi, menimbang balita setiap bulan, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, serta memberantas sarang nyamuk secara rutin sedikitnya satu kali setiap minggu.

Menurut kedua narasumber, keberhasilan penerapan PHBS tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan komitmen seluruh anggota keluarga. Kebiasaan hidup bersih dan sehat yang diterapkan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam menurunkan angka penyakit menular maupun penyakit tidak menular, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan sehat.

Sementara itu, narasumber dari Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia, Benny, menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya melalui pelayanan medis, tetapi harus diawali dengan perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, setiap individu perlu mengetahui bagaimana suatu penyakit dapat menular, mengenali faktor-faktor risikonya, serta memahami cara pencegahannya agar mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Perubahan perilaku merupakan kunci utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ketika setiap orang memahami bagaimana penyakit menular terjadi dan bagaimana cara mencegahnya, maka mereka akan mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” jelas Benny.

Pada kesempatan tersebut, Benny juga memberikan edukasi mengenai perilaku seksual berisiko yang menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya akumulasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mimika. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak sejak dini, sekaligus mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan edukasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, cara penularan HIV, dan upaya pencegahannya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) dan lebih mengedepankan edukasi, kepedulian, serta upaya pencegahan melalui penerapan perilaku hidup yang sehat dan bertanggung jawab.

Di akhir kegiatan, ketiga narasumber mengajak seluruh peserta agar tidak berhenti pada pemahaman materi yang telah disampaikan, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Melalui keterlibatan aktif pemerintah distrik, kepala-kepala kampung, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu PKK, kader kesehatan, TNI, Polri, serta dukungan Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia, diharapkan gerakan PHBS tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi budaya hidup masyarakat Distrik Kuala Kencana.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Pemerintah Distrik Kuala Kencana optimistis budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan semakin mengakar di tengah masyarakat dan menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi Mimika yang sehat, produktif, unggul, dan berdaya saing, sekaligus mendukung tercapainya pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Redaksi)

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like