🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Merawat Perbedaan, Menyatukan Persaudaraan: Pesan Damai Misa Inkulturasi Flobamora

TIMIKAPapuatimes.com -Misa Inkulturasi Flobamora yang digelar di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, hari ini berlangsung penuh sukacita, kebersamaan dan pesan kuat tentang persatuan serta perdamaian.

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Dalam kotbahnya yang mengambil bacaan Injil Matius 14:22-33, Pastor Amandus mengajak umat untuk tidak hidup dalam ketakutan, kecurigaan dan prasangka terhadap sesama. Ia mengibaratkan “hantu” dalam bacaan Injil sebagai rasa takut dan saling curiga yang dapat menghambat terciptanya kedamaian.

Pastor Amandus menekankan agar umat tidak melihat perbedaan suku sebagai alasan untuk terpecah. Menurutnya, hubungan antara Oyame (pendatang) dan OAP, maupun berbagai kelompok yang ada di Papua, termasuk OPM dan TNI-Polri, membutuhkan dialog, saling menghormati dan membangun kepercayaan.

“Jangan menjadi hantu bagi orang lain. Berpikirlah positif terhadap sesama. Jangan melihat perbedaan suku, tetapi lihatlah kita sebagai manusia yang sama-sama membutuhkan kedamaian,” pesannya.

Pesan tersebut semakin terasa dalam perayaan Misa ketika warga Flobamora yang beragama Muslim turut terlibat langsung dalam prosesi membawa persembahan.

Ketua Flobamora Kabupaten Mimika, Gabriel Zeso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang luar biasa atas keterlibatan seluruh warga, khususnya saudara-saudara Muslim asal NTT yang ikut mengambil bagian dalam Misa Inkulturasi.

“Terima kasih yang luar biasa atas keterlibatan seluruh warga, secara khusus saudara-saudara kita yang Muslim dari Flobamora yang terlibat langsung dalam Misa Inkulturasi hari ini. Ini merupakan penghargaan yang luar biasa bagi kita dari saudara-saudara kita, warga Muslim asal NTT,” ujar Gabriel.

Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa persaudaraan Flobamora tidak dibatasi oleh perbedaan agama. Nilai kebersamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat NTT tetap hidup dan dibawa ke tanah rantau Papua.

Tokoh muda Flobamora sekaligus Mediator Muda, Jamal, mengatakan Misa Inkulturasi bukan sekadar perayaan dengan pakaian, musik dan tarian adat, tetapi merupakan momentum mempertemukan iman dengan identitas budaya.

“Berbeda pulau, berbeda dialek dan berbeda adat, tetapi dalam satu perayaan Ekaristi kita menjadi satu persekutuan. Inilah wajah Flobamora yang sesungguhnya — perbedaan bukan jurang, melainkan warna yang menciptakan harmoni,” katanya.

Misa Inkulturasi tahun ini juga menjadi momentum memperkuat kekompakan keluarga besar Flobamora di Kabupaten Mimika. Pastor Amandus menyebut jumlah warga Flobamora yang hadir tahun ini terlihat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Perayaan tersebut akhirnya tidak hanya menjadi ungkapan iman dan kecintaan terhadap budaya, tetapi juga menjadi pesan bagi seluruh masyarakat di tanah Papua bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling mencurigai. Perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat dengan dialog, penghormatan dan persaudaraan.

Dari Flobamora untuk Papua: mari hilangkan “hantu” ketakutan dan kecurigaan. Mari membangun kepercayaan, menjaga persaudaraan dan berjalan bersama dalam damai. Flobamora Bersatu, Papua Damai. ( Redaksi )

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like