Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN Papuatimes.com— Suasana yang seharusnya dipenuhi kegembiraan dan semangat pelestarian budaya berubah menjadi kepanikan dan duka. Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang menjadi salah satu perayaan budaya masyarakat di Papua Pegunungan, Minggu (9/8/2026), diwarnai insiden penembakan terhadap dua warga sipil.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiPeristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIT di pintu masuk atau gerbang utama lokasi Festival Budaya Lembah Baliem, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya.
Kedua korban disebut hendak memasuki kawasan festival ketika tiba-tiba terjadi penembakan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).
Kegembiraan warga yang datang untuk menyaksikan pesta budaya seketika berubah menjadi kepanikan. Suasana di sekitar lokasi pun menjadi mencekam setelah terdengar suara tembakan.
Dua warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Korban pertama, Laode Muhammad Ojo (43), seorang tukang yang berdomisili di Jalan Hom-Hom, diduga mengalami luka tembak pada lutut kanan.
Sementara korban kedua, Salbia (50), seorang wiraswasta yang juga berdomisili di Jalan Hom-Hom, diduga mengalami luka tembak pada paha kanan dan punggung tangan kanan.
Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di UGD RSUD Wamena.
Informasi sementara menyebutkan kedua korban dalam kondisi sadar dan masih menjalani tindakan medis.
Sementara itu, Yadin Fadilah (20) yang berada bersama kedua korban di dalam kendaraan menjadi saksi dalam kejadian tersebut.
Pasca kejadian, aparat keamanan bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Kompi Brimob Wamena bersama personel Polres Jayawijaya dikerahkan untuk mengejar pelaku sekaligus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Untuk sementara, kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem dihentikan menyusul insiden tersebut.
Pesta yang seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersuka cita dan merayakan kekayaan budaya Papua Pegunungan, harus terhenti oleh sebuah insiden yang meninggalkan kepanikan dan keprihatinan.
Di tengah suasana festival yang semestinya penuh senyum dan kebersamaan, dua warga justru harus menjalani perawatan akibat luka tembak.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman.
Papua Times masih memantau perkembangan kasus ini dan akan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang( Redaksi)