Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
Timika, Papuatimes.com — Akses jalan penghubung Tembagapura menuju Banti dilaporkan putus akibat longsor, memicu keprihatinan berbagai pihak. Tokoh masyarakat pun meminta pemerintah segera memberikan perhatian serius serta menghadirkan solusi jangka panjang bagi infrastruktur di wilayah Banti.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiDi tengah kondisi tersebut, pelayanan kesehatan di RSUD Waa Banti tetap berjalan. Para tenaga kesehatan (nakes) menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus melayani masyarakat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses serta situasi keamanan yang hingga kini belum sepenuhnya kondusif.

Tenaga kesehatan dari Arwanop yang bertugas di Banti juga tetap menjalankan pelayanan tanpa henti. Mereka berharap kesetiaan dan pengabdian yang diberikan dengan tulus kepada masyarakat dapat didukung oleh semua pihak, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kondisi darurat, nakes RSUD Waa Banti bahkan harus mendampingi pasien rujukan menuju Timika dengan berjalan kaki hingga titik longsoran.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Bahkan dalam kondisi jalan putus, tenaga kesehatan tetap mendampingi pasien untuk dirujuk ke Timika dengan berjalan kaki sampai di lokasi longsor,” tegas dr Viktor.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik antara Community Health PTFI dan pihak keamanan, sehingga proses rujukan pasien tetap dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Semangat pengabdian juga ditegaskan oleh dr Viktor Yom, seorang dokter anak muda asli Papua yang turut berada di garis depan pelayanan kesehatan di Banti.
Ia menyampaikan bahwa dalam kondisi seberat apa pun, ketulusan dalam bekerja menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kalau kita bekerja dengan hati dan tulus, tantangan seberat apa pun, walaupun di medan yang sulit, Tuhan pasti melindungi kita. Kita kerjakan bagian kita, biar Tuhan mengerjakan bagian-Nya,” ungkapnya.
dr Viktor Yom juga mendorong seluruh rekan tenaga kesehatan untuk tetap tabah dan tidak menyerah dalam melayani masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan risiko di lapangan.
Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan hati yang tulus tidak hanya memberikan kesembuhan secara fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan kekuatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Banti. Tokoh masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menangani kondisi darurat, tetapi juga merancang solusi jangka panjang agar akses vital masyarakat tidak lagi terputus di masa mendatang.
Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat pengabdian para tenaga kesehatan di Banti menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kemanusiaan tetap berjalan, bahkan di tengah situasi sulit sekalipun.(redaksi)