Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
Timika, Papuatimes.com – Suasana Community Hall Tembagapura, Senin (28/4), dipenuhi antusiasme dalam Pameran Proyek Komunitas kelas IX SMP YPJ Tembagapura. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga wadah lahirnya ide, kepedulian, dan solusi nyata dari para siswa terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiKepala Sekolah SMP YPJ Tembagapura, Kihar Sanyato, menegaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek ini bertujuan membentuk karakter siswa.
“Proyek ini dilakukan oleh siswa-siswi dengan membentuk kelompok atau tim. Mereka belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan membangun kesadaran terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sebanyak 16 stand ditampilkan dalam pameran ini, masing-masing menghadirkan gagasan kreatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari pelestarian budaya melalui Noken Adat Papua, pengenalan rumah adat Honai, hingga tradisi suku Amungme seperti aksesoris Elung, siswa menunjukkan kepedulian terhadap identitas lokal.
Di sisi lain, inovasi pendidikan juga ditampilkan melalui aplikasi belajar matematika Funmatics, konsep pembelajaran sains yang menyenangkan, serta sistem sederhana berupa jurnal peminjaman buku di perpustakaan.
Solusi praktis untuk lingkungan sekolah turut menjadi perhatian, seperti denah gedung sementara SMP YPJ Tembagapura, loker HP siswa, dan edukasi keselamatan melalui cara aman berjalan di tangga. Kepedulian terhadap lingkungan terlihat dari perawatan flora di lingkungan sekolah serta pemanfaatan bahan daur ulang melalui circular cardboard.
Isu kesehatan menjadi sorotan melalui kampanye Youth Smoke Free dan mural bahaya rokok, serta edukasi sosial seperti stiker larangan meludah pinang dalam bahasa Amungme. Kreativitas siswa juga tampak dalam proyek guitar lessons dan teknologi sederhana running text.
Setiap stand menjadi ruang interaksi aktif antara siswa dan pengunjung. Para siswa tampil percaya diri menjelaskan ide, proses, hingga dampak dari proyek yang mereka kerjakan, menunjukkan bahwa pembelajaran tidak lagi terbatas di dalam kelas.
Salah satu pengunjung, Juni Elas, karyawan Freeport, mengaku terinspirasi setelah melihat kampanye anti rokok yang ditampilkan siswa.
“Saya sangat terkesan dengan pameran ini. Saya biasanya merokok dua bungkus setiap hari. Semoga pulang dari sini saya bisa mulai mengurangi. Untuk berhenti memang susah, tapi untuk mengurangi akan saya perjuangkan. Jangan tunggu sakit baru berhenti merokok,” ungkapnya.
Pameran ini menjadi bukti bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk menghadirkan solusi nyata.
Melalui kegiatan ini, SMP YPJ Tembagapura menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang kreatif, kolaboratif, dan berkarakter kuat sebagai agen perubahan di masa depan (redaksi )