Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
TIMIKA, Papuatimes.com ,7 September 2026 — Sebanyak 14 peserta Apprentice Hospitality Batch 2 resmi menyelesaikan program pelatihan dan pembekalan keterampilan yang menjadi bagian dari upaya PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiKegiatan Graduation Ceremony Apprentice Hospitality Batch 2 berlangsung di Jalan Hasanuddin, Timika, Senin (7/9/2026). Dari 14 peserta, 12 orang merupakan putra asli Kamoro dan 2 orang merupakan Orang Asli Papua lainnya.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi PT Freeport Indonesia melalui Nemangkawi Institute, Pangansari dan LPK PUMS, dengan tujuan memberikan bekal keterampilan sekaligus membangun karakter kerja bagi generasi muda Papua.
Setelah menyelesaikan program Apprentice, para peserta kini memasuki tahapan berikutnya, yakni proses Medical Check Up (MCU). Selanjutnya, mereka akan diproses melalui JPP untuk dipersiapkan bekerja dan ditempatkan di Pangansari Utama.
Dalam sambutannya, Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Bapak Nathan Kum, menyampaikan pesan kepada para peserta agar menjadikan rajin, disiplin dan terampil sebagai bagian penting dalam membangun masa depan di dunia kerja.
Menurutnya, keterampilan saja belum cukup. Peserta juga harus memiliki kedisiplinan dan ketekunan yang dapat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta ketika nantinya memasuki lingkungan kerja yang sesungguhnya.
PTFI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Papua, khususnya generasi muda Amungme dan Kamoro, melalui program-program pengembangan keterampilan dan kesempatan kerja.
Dalam laporan program yang disampaikan Bapak Sugiarso, peserta Apprentice Hospitality Batch 2 mendapatkan apresiasi atas proses yang telah mereka jalani.
Menurutnya, peserta Batch 2 menunjukkan perkembangan positif, khususnya dalam hal kedisiplinan, dan dinilai lebih disiplin dibandingkan dengan Batch 1.
Program Apprentice diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap kerja yang baik, seperti tanggung jawab, ketekunan, kebersihan, kerapian dan kemampuan bekerja dalam tim.
Sementara itu, Bapak Gerry Okoare menyampaikan apresiasi kepada Nemangkawi Institute dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.
“Atas nama lembaga, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Nemangkawi. Semoga program ini jalan terus, jangan putus sampai di sini,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada peserta untuk menerapkan apa yang telah disampaikan oleh pimpinan PTFI, termasuk menjaga kebersihan, kerapian dan keramahan dalam bekerja.
Dalam bidang hospitality, hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan rambut dan kuku, berpenampilan rapi serta selalu memberikan senyum menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang baik.
Mewakili peserta, Kristoforus Mitapo menyampaikan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia, Nemangkawi Institute, Pangansari dan para instruktur atas kesempatan dan pembelajaran yang telah diberikan selama mengikuti program.
Saat ini, para peserta masih menjalani proses MCU sebagai salah satu tahapan menuju penempatan kerja.
Kristoforus berharap seluruh peserta dapat melewati tahapan tersebut dengan baik.
“Semoga kami semua lulus, sehingga dapat membantu orang tua,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi gambaran sederhana dari semangat para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang telah mereka dapatkan sebagai langkah awal membangun masa depan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan PT Pangansari, JPP, Lemasa, Lemasko, tokoh masyarakat, serta Kepala Kampung Tipuka dan Ayuka.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pengembangan SDM Papua.
Melalui Apprentice Hospitality Batch 2, 14 peserta diharapkan dapat membawa pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ke dunia kerja.
Dengan bekal rajin, disiplin dan terampil, mereka kini bersiap melangkah ke tahap berikutnya melalui proses JPP menuju penempatan di Pangansari Utama.
Bagi para peserta, perjalanan ini bukan sekadar menyelesaikan sebuah program pelatihan, tetapi menjadi langkah awal untuk bekerja, berkembang dan mewujudkan harapan membantu keluarga serta berkontribusi bagi masyarakat Papua.(Redaksi )