Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
TIMIKA, Papuatimes.com : – Kabupaten Mimika akan segera memiliki perguruan tinggi baru di bidang kesehatan dengan hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di bawah naungan Yayasan Elsyadai Dolvinus Timika. Kehadiran STIKES menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Papua, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kesehatan profesional yang terus meningkat.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiDirektur Yayasan Elsyadai Dolvinus Timika, Benny Solossa, SM mengatakan STIKES dibangun sebagai bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pembangunan kesehatan melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri Papua, khususnya Mimika, agar dapat memperoleh pendidikan tinggi kesehatan tanpa harus keluar daerah. Harapannya, mereka dapat kembali mengabdi dan membangun daerahnya sendiri,” ujar Benny.
Pada tahap awal, STIKES akan membuka tiga program studi yang dinilai sangat dibutuhkan dalam mendukung pelayanan kesehatan maupun dunia industri di Papua, yakni:
Selain menerima mahasiswa reguler lulusan SMA/SMK/MA, STIKES juga membuka program alih jenjang (Transfer) dari D3 ke S1, sehingga memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan yang telah bekerja untuk meningkatkan jenjang pendidikannya.
Tidak hanya itu, Yayasan Elsyadai Dolvinus Timika juga membuka kesempatan bagi dosen dan tenaga pendidik profesional yang memiliki kompetensi sesuai dengan program studi yang tersedia untuk bergabung membangun institusi pendidikan tersebut.
Beni Salossa menjelaskan bahwa kehadiran STIKES dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi Papua, khususnya Kabupaten Mimika. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus dimulai dari penyediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan memahami kondisi masyarakat setempat.
Beberapa persoalan kesehatan yang masih menjadi perhatian antara lain tingginya angka malaria, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, stunting, serta meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.
Di sisi lain, Mimika sebagai salah satu kawasan industri dan pertambangan terbesar di Indonesia juga membutuhkan tenaga ahli di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional maupun internasional.
“Kami melihat kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga K3 di Papua akan terus meningkat. Karena itu, STIKES hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bekerja di berbagai sektor pelayanan kesehatan maupun industri,” jelasnya.
Menurut Beni Salossa, pembangunan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pelayanan rumah sakit, tetapi harus lebih menekankan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.
Lulusan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak edukasi kesehatan, promosi hidup sehat, serta pencegahan penyakit di tengah masyarakat.
Sementara itu, Program Studi S1 Farmasi akan menghasilkan tenaga profesional di bidang kefarmasian yang mendukung pelayanan kesehatan, sedangkan Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di perusahaan, industri, maupun instansi pemerintah.
Beni Salossa berharap STIKES dapat menjadi salah satu pusat pendidikan kesehatan yang mampu mencetak generasi muda Papua yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Kami berharap kehadiran STIKES menjadi solusi atas kebutuhan pendidikan tinggi di bidang kesehatan di Mimika, sekaligus melahirkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, integritas, dan hati untuk melayani masyarakat Papua,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, STIKES diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Papua.
STIKES Yayasan Elsyadai Dolvinus Timika akan membuka penerimaan untuk:
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai proses penerimaan mahasiswa maupun rekrutmen dosen dapat menghubungi:
Kontak Informasi:
Email: sdm.elsyadai.dolvinus.timika@gmail.com
Dengan hadirnya STIKES di Kabupaten Mimika, Yayasan Elsyadai Dolvinus Timika berharap semakin banyak putra-putri Papua memperoleh akses pendidikan tinggi kesehatan yang berkualitas tanpa harus meninggalkan daerah asalnya. Kehadiran kampus ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, memperkuat pelayanan kesehatan, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Papua yang sehat, unggul, dan berdaya saing.(redaksi )