🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

PELKESI Wilayah 5 dan RS Kasih Herlina Kembali Bagikan Kacamata Baca Gratis di GKI Via Dolorosa Sempan

TIMIKA, Papuatimes – Persekutuan Kristen untuk Kesehatan Indonesia (PELKESI) Wilayah 5 bersama RS Kasih Herlina kembali melaksanakan kegiatan skrining kesehatan mata dan pembagian kacamata baca gratis kepada jemaat di GKI Via Dolorosa Sempan, Sabtu (13/6/2026).

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Ketua PELKESI Wilayah 5, dr. Leonard Pardede, SpOG(K), yang akrab disapa dr. Leo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kacamata baca, khususnya bagi mereka yang mulai mengalami gangguan penglihatan akibat faktor usia.

“Program ini merupakan bagian dari pelayanan sosial kepada masyarakat. Kami mendapat bantuan kacamata baca dari lembaga donor yang disalurkan melalui PELKESI Pusat di Jakarta dan kemudian didistribusikan ke lima wilayah di seluruh Indonesia,” ujar dr. Leo.

Menurutnya, untuk wilayah PELKESI Wilayah 5 tersedia sebanyak 3.000 kacamata baca dengan ukuran mulai dari plus 1 hingga plus 3 yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

dr. Leo menjelaskan bahwa kesehatan mata menjadi perhatian penting karena mata merupakan jendela dunia. Seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun, kemampuan membaca pada jarak normal sekitar 30 sentimeter biasanya mulai berkurang sehingga membutuhkan bantuan kacamata baca.

“Membaca harus tetap dibudayakan meskipun usia sudah di atas 40 tahun. Dengan membaca, kita memperoleh banyak informasi dan otak tetap terlatih untuk terus belajar dan mengetahui hal-hal baru,” jelasnya.

Dalam kegiatan skrining yang dilakukan, keluhan yang paling sering ditemukan di masyarakat adalah kesulitan membaca huruf pada jarak baca normal tanpa bantuan kacamata.

“Rata-rata peserta mengeluhkan kesulitan membaca tulisan kecil tanpa kacamata. Setelah mendapatkan ukuran yang sesuai, mereka sangat senang karena kembali bisa melihat huruf dengan jelas dan membaca buku, termasuk Alkitab,” tambah dr. Leo.

Kegiatan pembagian kacamata baca ini bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, PELKESI Wilayah 5 telah mengadakan kegiatan serupa pada berbagai kesempatan di Kabupaten Mimika, di antaranya saat perayaan Imlek, di GPI Tiberias, GPI Torsina, GBI Mawar Sharon, GKI Shalom Amungsa, Puskesmas Wakia di Distrik Mimika Barat Tengah, serta sejumlah gereja lainnya.

Selain itu, beberapa pengurus PELKESI Wilayah 5 juga turut mendistribusikan kacamata baca di gereja-gereja lokal tempat mereka melayani.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan selama persediaan kacamata baca masih tersedia dan ada permintaan dari gereja maupun organisasi lainnya,” kata dr. Leo.

Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi kacamata baca telah menjangkau wilayah pedalaman, termasuk saat kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika ke Distrik Mimika Barat Tengah melalui Puskesmas Wakia.

Menutup keterangannya, dr. Leo mengajak masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai pilihan hidup yang harus dijaga setiap hari.

“Hidup adalah pilihan, demikian juga kesehatan. Mari menjaga kebugaran tubuh dengan makan bergizi seimbang, memperbanyak serat, tidur cukup 6 hingga 8 jam per malam, minum air putih 2 sampai 3 liter per hari, berolahraga secara rutin, serta menjauhi kebiasaan yang merusak tubuh seperti merokok dan konsumsi alkohol,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki hati yang bersyukur dan sukacita dalam menjalani kehidupan.

“Bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, tetap bekerja memenuhi kebutuhan hidup, dan hiduplah dengan sukacita. Sebab hati yang gembira adalah obat yang membantu mengurangi tekanan dan stres dalam kehidupan,” tutup dr. Leo.(redaksi )

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like