Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
Timika, Papuatimes – Musyawarah Besar (Mubes) VIII Kerukunan Keluarga Besar Manggarai (KKBM) Kabupaten Mimika menetapkan Alfons sebagai Ketua Umum terpilih periode 2026–2031. Selain menghasilkan pemimpin baru, forum tertinggi organisasi warga Manggarai tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan organisasi, sebagaimana tercermin dalam tema Mubes “Lonto Leok Cama Laing, Neka Behas Neho Kena” yang bermakna duduk bersama dalam musyawarah, menjaga persaudaraan, dan menghindari perpecahan demi kemajuan bersama.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiSemangat persatuan menjadi benang merah sepanjang pelaksanaan Mubes yang berlangsung dinamis namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan budaya Manggarai. Berbagai perbedaan pandangan yang muncul selama persidangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan demokratis.
Ketua Majelis Tinggi KKBM, Yohanes Dahur, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKBM harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh warga Manggarai di Kabupaten Mimika. Ia mengingatkan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah disempurnakan sejak tahun 2007 dan kembali diperbaharui pada tahun 2021 masih perlu terus disesuaikan dengan perkembangan organisasi dan kebutuhan warga.
Menurutnya, hal terpenting yang harus dijaga adalah keutuhan organisasi dan persaudaraan antarwarga.
“Manggarai harus tetap utuh. Organisasi ini adalah milik bersama dan harus terus dijaga bersama,” tegas Yohanes.
Ketua Panitia Mubes VIII KKBM, Siprianus Madur, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan telah dimulai sejak 5 April 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Manggarai, kelompok arisan, para sesepuh, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mubes hingga berjalan dengan baik dan lancar.
Secara khusus, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, terutama Bupati Mimika, atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan sukses.
Sebelum pemilihan dilakukan, tiga kandidat ketua umum diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta sidang.
Calon nomor urut 1, Longginus, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antarwarga dan mewujudkan pembangunan sekretariat permanen dengan konsep rumah adat Manggarai sebagai simbol identitas budaya masyarakat Manggarai di tanah rantau.
Calon nomor urut 2, Alfons, mengajak seluruh warga untuk membangun organisasi secara bersama-sama dengan mengedepankan transparansi dan keterbukaan. Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan serta memperkuat hubungan dengan keluarga besar Flobamora.
Sementara calon nomor urut 3, Willy, menyampaikan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat.
“Kritik adalah amunisi dan masukan yang baik untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan, rekonsiliasi, harmonisasi warga, penataan administrasi keanggotaan, kepastian hukum aset organisasi, serta melanjutkan pembangunan sekretariat KKBM. Willy menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih harus didukung bersama demi kemajuan organisasi.
Dalam agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Ketua Umum KKBM Periode 2021–2026, Kristoforus Luruk, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Manggarai apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelayanan organisasi.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Manggarai apabila selama menjalankan amanah masih banyak kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, namun kami telah berusaha memberikan yang terbaik bagi organisasi,” ungkapnya.
Kristoforus juga menitipkan pesan persatuan kepada seluruh warga agar tetap menjaga keutuhan organisasi setelah proses pemilihan selesai.
“Manggarai harus tetap utuh. Siapa pun yang terpilih adalah pilihan bersama yang harus kita dukung. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita terpecah,” pesannya.
Ia turut mengingatkan filosofi Manggarai “Selat Sape Rahit Salen, Wae Mokel Rahit Awon”, yang mengandung makna pentingnya menjaga persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.
Jalannya persidangan berlangsung tertib di bawah pimpinan Ketua Sidang, Bpk Elias, yang mendapat apresiasi peserta karena mampu memimpin sidang secara tegas, objektif, dan sesuai tata tertib. Meski terjadi sejumlah perbedaan pandangan dan perdebatan selama sidang, seluruh peserta tetap mengedepankan musyawarah sebagai jalan mencapai mufakat.
Setelah melalui seluruh tahapan pemilihan, peserta Mubes akhirnya menetapkan Alfons sebagai Ketua Umum KKBM terpilih periode 2026–2031.
Dalam sambutan perdananya, Alfons menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Amanah ini bukan milik saya pribadi, tetapi amanah seluruh warga Manggarai. Saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun KKBM ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan akan menjalankan visi dan misi yang telah disampaikan serta membuka ruang partisipasi bagi seluruh elemen masyarakat Manggarai. Sesuai tata tertib Mubes, pembentukan struktur kepengurusan akan dilakukan paling lambat 14 hari setelah pelaksanaan Mubes.
Di sela-sela pelaksanaan Mubes, sejumlah sesepuh dan tokoh Manggarai juga berdiskusi mengenai rencana pelantikan Ketua Umum terpilih setelah terbentuknya kepengurusan baru. Dalam diskusi tersebut muncul harapan agar prosesi pelantikan nantinya dapat dimeriahkan dengan Kirab Budaya Caci, sebagai salah satu simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Manggarai.
Menurut para sesepuh, Caci bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan mengandung nilai sportivitas, keberanian, penghormatan, persaudaraan, dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan warga sekaligus memperkenalkan budaya Manggarai kepada masyarakat luas di Kabupaten Mimika.
Dengan berakhirnya Mubes VIII KKBM, warga Manggarai menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru mampu membawa organisasi semakin solid, transparan, dan bermanfaat bagi seluruh anggotanya. Semangat “Lonto Leok Cama Laing, Neka Behas Neho Kena” diharapkan terus menjadi pedoman dalam perjalanan organisasi ke depan.
Sebab, sebagaimana pesan yang berulang kali disampaikan sepanjang Mubes berlangsung, Manggarai harus tetap utuh. Hanya dengan persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong, KKBM akan terus tumbuh sebagai rumah besar yang mempersatukan seluruh warga Manggarai di Kabupaten Mimika.( Redaksi )