🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Lawan Malaria Sampai Tuntas! 13 Ketua RT Koperapoka Siap Kawal Program IRS dan MB

Timika, Papuatimes.com  – Upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Mimika terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Indoor Residual Spraying (IRS), Mass Blood Survey (MBS), dan Larva Monitor Siklus IV yang diikuti oleh 13 Ketua RT se-Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, di Balai Pertemuan Kelurahan Koperapoka, Kamis (4/6/2026).

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Kegiatan ini diinisiasi oleh Puskesmas Timika melalui tim Promosi Kesehatan (Promkes), Kesehatan Lingkungan (Kesling), dan Pojok Malaria, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Koperapoka, PERDHAKI, dan Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia (PTFI). Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung berbagai program pengendalian malaria yang selama ini dijalankan di Kabupaten Mimika.

Para Ketua RT yang hadir diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya IRS, MBS, dan Larva Monitor sebagai tiga komponen utama dalam upaya memutus rantai penularan malaria. IRS merupakan metode pengendalian vektor melalui penyemprotan insektisida pada dinding bagian dalam rumah yang berfungsi membunuh nyamuk malaria ketika hinggap. Sementara MBS dilakukan untuk mendeteksi kasus malaria secara aktif di masyarakat, termasuk pada warga yang tidak menunjukkan gejala namun berpotensi menjadi sumber penularan. Adapun Larva Monitor bertujuan mengidentifikasi dan memantau lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk malaria sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat dan tepat.

Dalam pemaparannya, tim Puskesmas Timika menjelaskan bahwa keberhasilan program eliminasi malaria tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Oleh karena itu, para Ketua RT dipandang memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak di lingkungan masing-masing dalam menyampaikan informasi, membangun pemahaman, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap program kesehatan.

Petugas kesehatan juga menjelaskan bahwa masih ditemukan sebagian masyarakat yang belum memahami manfaat IRS dan MBS. Akibatnya, tidak jarang petugas menghadapi penolakan saat melakukan penyemprotan rumah maupun pemeriksaan kesehatan. Melalui sosialisasi ini, para Ketua RT diharapkan dapat membantu memberikan edukasi yang benar sehingga masyarakat memahami bahwa program-program tersebut semata-mata bertujuan melindungi kesehatan warga dan menurunkan angka kasus malaria.

Perwakilan CHD-PTFI, Natalis Edoway, dalam sambutannya menegaskan bahwa malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak. Karena itu, PT Freeport Indonesia melalui CHD akan terus mendukung berbagai program pengendalian malaria yang dilaksanakan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“PT Freeport Indonesia melalui CHD akan terus mendukung dan berkolaborasi bersama pemerintah, tenaga kesehatan, kader malaria, serta masyarakat dalam upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Mimika. Keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak mungkin malaria dapat dieliminasi hanya oleh petugas kesehatan. Dibutuhkan partisipasi masyarakat, dukungan para tokoh, Ketua RT, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen yang ada di Mimika,” ujar Natalis Edoway.

Ia menambahkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, kolaborasi antara pemerintah, PT Freeport Indonesia, tenaga kesehatan, kader malaria, dan masyarakat telah memberikan kontribusi positif terhadap penurunan kasus malaria di sejumlah wilayah. Namun demikian, upaya tersebut harus terus diperkuat agar target eliminasi malaria dapat tercapai sesuai harapan.

Natalis juga mengapresiasi peran Ketua RT yang selama ini menjadi mitra strategis dalam berbagai program kesehatan masyarakat. Menurutnya, Ketua RT memiliki posisi yang sangat dekat dengan warga sehingga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan dan masyarakat.

“Ketika Ketua RT menyampaikan informasi, masyarakat akan lebih mudah menerima dan memahami. Karena itu kami berharap para Ketua RT dapat menjadi agen perubahan dan pelopor dalam mendukung seluruh program pengendalian malaria di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang Ketua RT yang hadir menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan IRS, MBS, dan Larva Monitor. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu diberikan pemahaman yang baik mengenai pentingnya program-program tersebut agar tidak muncul kesalahpahaman maupun penolakan terhadap petugas kesehatan.

“Masyarakat harus mengerti dan sadar bahwa ketika petugas kesehatan datang untuk melakukan pemeriksaan maupun penyemprotan rumah, jangan ditolak. Program ini hadir untuk melindungi keluarga, anak-anak, dan lingkungan kita dari malaria. Kalau kita ingin kampung dan kelurahan kita sehat, maka kita harus mendukung program yang dilaksanakan oleh Puskesmas Timika, PT Freeport Indonesia, dan seluruh mitra yang terlibat,” ujarnya.

Menurutnya, Ketua RT memiliki tanggung jawab moral untuk membantu pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memberikan pemahaman kepada warga. Ia mengajak seluruh Ketua RT untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai jadwal kegiatan IRS, MBS, maupun Larva Monitor sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif.

Dalam sesi diskusi, para peserta juga menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan program malaria di lapangan. Beberapa Ketua RT mengusulkan agar sosialisasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan serta melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima lebih luas.

Pihak Puskesmas Timika menyambut baik berbagai masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan berbasis masyarakat dalam setiap program pengendalian malaria. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, atau keluhan lain yang mengarah pada malaria agar dapat segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika terus bergerak melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi profesi, kader kesehatan, serta masyarakat menunjukkan komitmen yang sama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari malaria.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus terjaga, Kelurahan Koperapoka diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi dalam pengendalian malaria di Kabupaten Mimika. Melalui dukungan aktif para Ketua RT dan partisipasi masyarakat, program IRS, MBS, dan Larva Monitor diharapkan mampu menekan angka penularan malaria secara signifikan dan membawa Mimika semakin dekat menuju cita-cita besar: Mimika Bebas Malaria.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana yang penuh semangat, interaktif, dan partisipatif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan selamat, sekaligus menghasilkan komitmen bersama untuk terus mengawal dan menyukseskan setiap program pengendalian malaria hingga tuntas.(redaksi)

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like