Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTimika, Papuatimes.com — Momentum Hari Malaria Sedunia 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman malaria yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Mimika.
Ketua Yayasan Kiwa Papua Timika, Gerson Wakerwa, S.IP., M.Si, menyerukan gerakan bersama kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah awal dalam memutus rantai penularan malaria.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membersihkan halaman rumah, menguras genangan air, serta menjaga sanitasi lingkungan memiliki dampak besar dalam menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut.
“Pencegahan malaria tidak hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.
Yayasan Kiwa Papua juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama ibu hamil. Masyarakat, khususnya ibu hamil, diimbau untuk rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat guna mendeteksi malaria sejak dini, serta aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Lebih lanjut, Gerson menekankan bahwa malaria tidak hanya berdampak pada kesehatan secara langsung, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak-anak yang sering terpapar malaria berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh, hingga berdampak pada kemampuan belajar.
Dalam konteks yang lebih luas, isu malaria juga berkaitan erat dengan masalah gizi. Anak yang sering sakit, termasuk akibat malaria, cenderung mengalami gangguan asupan dan penyerapan nutrisi, yang pada akhirnya dapat memicu stunting dan menurunkan kualitas tumbuh kembang anak.
“Anak yang sehat dan bebas malaria akan tumbuh lebih optimal, lebih kuat, dan memiliki peluang menjadi generasi yang cerdas. Karena itu, menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak sangatlah penting,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gerson juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan kepercayaan lebih kepada lembaga sosial kemasyarakatan lokal dalam upaya penanganan malaria.
“Kami berharap pemerintah dapat memberi ruang dan kepercayaan kepada kami sebagai lembaga sosial kemasyarakatan. Jika ada pihak-pihak lain yang ingin menggandeng kami, kami siap untuk berkolaborasi,” katanya.
Ia menilai, selama ini cukup banyak organisasi maupun kontraktor yang terlibat dalam program pemberantasan malaria, namun dampaknya di tingkat masyarakat belum dirasakan secara optimal.
“Banyak organisasi dan kontraktor yang bekerja dalam penanganan malaria, tetapi dampaknya ke masyarakat belum jelas. Ini yang menjadi keprihatinan kami, karena hingga saat ini Timika, bahkan Papua secara umum, masih identik sebagai daerah malaria, sementara di banyak provinsi lain di Indonesia kasusnya sudah sangat minim,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif lembaga lokal yang memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat menjadi kunci penting dalam memastikan program penanggulangan malaria berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sebagai lembaga sosial kemasyarakatan, Yayasan Kiwa Papua menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika. Pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk swasta, guna memperkuat langkah bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas malaria.
“Yayasan KIWA Papua Timika siap terlibat dan menjadi bagian dari solusi dalam upaya eliminasi malaria ke depan,” pungkasnya.
Momentum peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik balik kesadaran kolektif masyarakat Mimika untuk bergerak bersama melawan malaria demi masa depan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.