Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
PAPUATIMES.com – Industri hilir dan pelaku usaha mikro di Indonesia sedang menghadapi tekanan berat menyusul lonjakan harga produk plastik yang mencapai 60% hingga 70% dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global dan meroketnya harga bahan baku akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiMenteri Perdagangan mengonfirmasi bahwa kenaikan harga ini merupakan dampak langsung dari konflik antara AS-Israel dan Iran yang mengganggu jalur distribusi energi di Selat Hormuz. Jalur ini sangat krusial karena merupakan rute utama pengiriman Nafta, bahan baku utama pembuatan biji plastik (polimer).
“Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku plastik dari Timur Tengah. Terganggunya pasokan Nafta secara otomatis mendongkrak biaya produksi di tingkat pabrikan,” jelas perwakilan pemerintah dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga plastik kiloan yang biasanya digunakan untuk kemasan makanan dan minuman mengalami kenaikan drastis:
“Kami terpaksa mengurangi stok belanja plastik karena modalnya naik hampir dua kali lipat. Mau menaikkan harga dagangan takut pembeli kabur, jadi margin keuntungan kami yang tergerus,” ujar salah satu pedagang di Pasar Curug, Tangerang.
Kenaikan ini diprediksi akan memberikan efek domino pada berbagai sektor:
| Sektor Terdampak | Bentuk Dampak |
| UMKM Makanan | Kenaikan biaya operasional kemasan dan potensi penurunan profit. |
| Logistik | Biaya pembungkus (bubble wrap/stretch film) meningkat. |
| Lingkungan | Mendorong percepatan penggunaan material alternatif (non-plastik). |
Pemerintah saat ini tengah mengkaji beberapa langkah untuk menstabilkan harga di tingkat domestik, termasuk:
#HargaPlastik #EkonomiIndonesia #UMKM #KonflikTimurTengah #BahanBakuPlastik