Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
MULIA, PUNCAK JAYA, Papuatimes.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I Tahun 2026 di Kabupaten Puncak Jaya sebagai langkah strategis menyatukan arah pembangunan kesehatan di delapan kabupaten. Mengusung tema “Mekar di Puncak Jaya, Menerangi Papua Tengah”, forum yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang terintegrasi, merata, dan berpihak kepada masyarakat hingga ke wilayah pegunungan dan pelosok Papua Tengah.
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiRakerkesda I Papua Tengah secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. dr. Silvanus A. Sumule, Sp.OG(K), M.Kes, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Melalui Rakerkesda ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah, terutama di daerah pegunungan dan wilayah terpencil.
Pemilihan Kabupaten Puncak Jaya sebagai tuan rumah bukan sekadar pertimbangan lokasi, melainkan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menghadirkan pembangunan yang dimulai dari daerah dengan tantangan pelayanan paling besar. Semangat tersebut sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah yang menempatkan wilayah pegunungan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai prioritas pembangunan kesehatan.
Dalam laporan Ketua Panitia Rakerkesda, Obet Tekege, SKM., MPH, disebutkan bahwa tema “Mekar di Puncak Jaya, Menerangi Papua Tengah” mengandung makna bahwa kemajuan pelayanan kesehatan harus dimulai dari wilayah pegunungan dan pesisir, kemudian menjangkau seluruh kabupaten di Papua Tengah. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, sehingga dibutuhkan kesamaan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perubahan nyata.
Rakerkesda diikuti oleh 80 peserta, terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kepala Subbagian Perencanaan dari delapan kabupaten, serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selama empat hari, peserta mengikuti pembahasan berbagai kebijakan strategis, termasuk arah pembangunan kesehatan Papua Tengah, implementasi program “Ko Harus Sehat” melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), evaluasi capaian pembangunan kesehatan tahun 2025, penyusunan kebutuhan obat, alat kesehatan, dan sumber daya manusia kesehatan tahun 2026, penguatan sistem rujukan BPJS, serta sinkronisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke RS Mulia, RS Imanuel, dan Puskesmas Mulia sebagai bagian dari evaluasi lapangan.
Dalam forum tersebut dipaparkan sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi sektor kesehatan di Papua Tengah. Tantangan tersebut meliputi belum tertatanya data kesakitan secara terintegrasi, belum optimalnya data ketersediaan obat dan alat kesehatan secara real time, belum terintegrasinya data sumber daya manusia kesehatan ke dalam sistem pendataan nasional, belum optimalnya sistem rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit, masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai paket layanan yang tersedia di Puskesmas dan rumah sakit, serta masih tingginya angka penyakit prioritas seperti Tuberkulosis (TB), HIV, dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Rakerkesda I Papua Tengah menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Di antaranya adalah penyusunan dokumen evaluasi capaian pembangunan kesehatan tahun 2025 untuk masing-masing kabupaten, penyusunan rencana kebutuhan obat, alat kesehatan, dan tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja, rekomendasi penyusunan RPJMD Tahun 2027, serta penguatan sistem rujukan lintas kabupaten. Seluruh peserta juga menyatakan komitmen bersama untuk menjaga fasilitas kesehatan dengan semangat pengabdian dan kesetaraan sebagai bentuk tanggung jawab dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Panitia menegaskan bahwa keberhasilan Rakerkesda tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari implementasi hasil-hasil yang telah disepakati. Ia mengajak seluruh Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, dan jajaran tenaga kesehatan di delapan kabupaten untuk memperkuat sinergi setelah kembali ke daerah masing-masing. Menurutnya, pembangunan kesehatan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila didukung oleh fasilitas kesehatan yang terjaga, tenaga kesehatan yang memadai, data yang akurat, serta sistem rujukan yang berjalan efektif.
Atas nama panitia, Obet Tekege juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah atas arahan dan dukungannya, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah yang telah membuka secara resmi pelaksanaan Rakerkesda I Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya sebagai tuan rumah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menghadirkan narasumber, serta seluruh organisasi perangkat daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Rakerkesda I Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal transformasi pelayanan kesehatan di Papua Tengah. Melalui semangat “Mekar di Puncak Jaya, Menerangi Papua Tengah”, seluruh pemangku kepentingan bertekad membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, modern, berbasis data, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, serta merata bagi seluruh masyarakat di delapan kabupaten Papua Tengah.(Redaksi)