🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Puskesmas Arwanop dan PT Freeport Indonesia Bagikan Autan Gratis di Mile 32 untuk Cegah Malaria

  Timika , Papuatimes – Puskesmas Arwanop bersama Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia melaksanakan kegiatan pembagian losion antinyamuk (repellent/Autan) kepada masyarakat Kampung Banti dan warga yang melakukan perjalanan melalui Check Point Mile 32. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian malaria, khususnya bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan ke Timika.

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Kepala Puskesmas Arwanop, Fransiska Tekege, ST., M.KM., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan yang diberikan melalui penyediaan repellent bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara sektor kesehatan dan perusahaan sangat penting dalam mendukung upaya perlindungan masyarakat dari risiko malaria.

“Kami menyambut baik dukungan dari PT Freeport Indonesia dalam upaya perlindungan masyarakat dari gigitan nyamuk penyebab malaria. Pembagian Autan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri, terutama saat melakukan perjalanan ke Timika yang masih memiliki risiko penularan malaria,” ujar Fransiska Tekege.

Ia mengingatkan masyarakat dari wilayah dataran tinggi yang turun ke Timika agar selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan malaria.

“Kami mengimbau masyarakat yang turun ke Timika agar selalu menggunakan repellent atau Autan, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam hari. Saat beristirahat atau menginap, gunakan kelambu dan sebisa mungkin mengenakan pakaian lengan panjang untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk penyebab malaria. Jika mengalami demam atau gejala malaria setelah bepergian, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Fransiska Tekege juga menjelaskan bahwa pembagian repellent merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis di Check Point Mile 32. Masyarakat yang turun ke Timika dapat memperoleh Autan secara gratis sebagai bagian dari upaya pencegahan malaria.

“Kami menyediakan Autan secara gratis bagi masyarakat yang akan turun ke Timika. Kami berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik sebagai salah satu bentuk perlindungan diri dari malaria,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pdt. Otniel Magai, Pendeta Gereja Pison Kemah Injil Kimbeli, Tembagapura, menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan Puskesmas Arwanop dan CHD PT Freeport Indonesia yang secara langsung membagikan repellent kepada masyarakat di Check Point Mile 32.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas dari Puskesmas Arwanop dan PT Freeport Indonesia yang telah memberikan repellent atau Autan kepada masyarakat. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk melindungi warga dari gigitan nyamuk penyebab malaria, terutama bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan ke Timika. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena sangat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan,” ungkap Pdt. Otniel Magai.

Puskesmas Arwanop memastikan distribusi repellent akan terus dilanjutkan kepada masyarakat yang belum menerima karena sedang melakukan perjalanan naik maupun turun dari wilayah pegunungan. Selain pembagian Autan, petugas kesehatan juga terus memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan malaria melalui perlindungan diri, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat.

Ke depan, Puskesmas Arwanop bersama para pemangku kepentingan akan terus memperkuat upaya pengendalian malaria melalui peningkatan surveilans kasus, pemeriksaan dini, pengobatan tuntas bagi penderita malaria, distribusi sarana pencegahan, serta edukasi kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

“Eliminasi malaria bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan PT Freeport Indonesia, kami optimistis upaya pengendalian malaria dapat terus berjalan dengan baik demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” tutup Fransiska Tekege, ST., M.KM.( redaksi )

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like