Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
Nabire, Papuatimes.com Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Obeth Tekege, SKM, MPH, saat dihubungi awak media Papuatimes menegaskan bahwa strategi panitia Hari Malaria sedunia Kabupaten Mimika dalam mendorong keterlibatan masyarakat, siswa, serta kader malaria di Kabupaten Mimika merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi tinggi. Pendekatan kolaboratif yang dibangun dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah gerakan nyata yang mampu mempercepat eliminasi malaria secara terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, semangat gotong royong yang dihidupkan dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi kekuatan utama. Gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, dalam kepanitiaan, hingga dalam pembiayaan mencerminkan kesadaran kolektif bahwa perang melawan malaria adalah tanggung jawab bersama.
“Ini bukan sekadar program kesehatan, tetapi gerakan bersama. Ketika masyarakat, pelajar, dan kader malaria berjalan beriringan, maka upaya menurunkan angka kesakitan malaria di Timika akan semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan panitia saat ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, yakni implementasi program Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi.
“Langkah teman-teman panitia hari ini merupakan bagian dari penguatan program pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Kepala Dinas Kesehatan, yang kami kawal bersama hingga ke tingkat pelaksana,” jelasnya.
Fokus utama dari gerakan ini adalah penguatan program ATM (Ayo Temukan, Ayo Obati, dan Ayo Cegah Malaria) di seluruh fasilitas layanan kesehatan kabupaten. Program ini menekankan deteksi dini, pengobatan tepat, serta pencegahan berkelanjutan sebagai kunci dalam menekan angka kesakitan malaria.
Ia juga menyoroti pelaksanaan pemeriksaan screening malaria di Sekolah SATP dan sentra pendidikan sebagai langkah strategis yang tepat sasaran, terutama karena menyasar anak-anak sekolah sebagai kelompok rentan sekaligus agen perubahan di masa depan.
Lebih lanjut, pemerintah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif, di antaranya YPKMP, Perdahki, UNICEF, Wahana Visi Indonesia, V8, para kader malaria, serta PT Freeport Indonesia yang telah menggerakkan berbagai stakeholder untuk bersatu.
Keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi bukti nyata kekuatan gerakan ini di lapangan, termasuk partisipasi siswa SMK Harapan, warga Nawaripi beserta aparatnya dalam kegiatan gotong royong, serta dukungan lintas wilayah seperti Distrik Wania melalui Puskesmas Wania hingga Distrik Mimika Baru dan Puskesmas Timika Jaya.
Menurutnya, pola kerja bergandengan tangan seperti ini menjadi bukti bahwa percepatan eliminasi malaria tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan penuh semangat dari Nabire:
“Dari Nabire, saya mengucapkan selamat Hari Malaria Sedunia 2026 kepada kita semua. Mari terus bergandengan tangan, menjaga semangat gotong royong, dan bekerja nyata agar Mimika dan Papua Tengah segera bebas dari malaria.”(redaksi )
Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami