πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat dalam Radius 5 Kilometer

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

PAPUATIMES.COMβ€” Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan. Status gunung api tersebut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Peningkatan status ini ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas vulkanik oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan keselamatan di sekitar gunung api tersebut.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menyampaikan bahwa perubahan status dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan mencakup pengamatan visual, aktivitas kegempaan, serta sejumlah parameter vulkanik lainnya.

Berdasarkan laporan aktivitas pada Jumat (9/10/2026), Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami sejumlah erupsi. Data pengamatan hingga pukul 19.20 WIB menunjukkan sembilan kali erupsi, dengan amplitudo maksimum mencapai 55 milimeter dan durasi letusan hingga 32 detik.

Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Seiring dengan penetapan status Siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, terdapat pembatasan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.

Masyarakat diminta mematuhi zona larangan karena aktivitas vulkanik berpotensi menimbulkan bahaya, antara lain lontaran material pijar, hujan abu vulkanik, serta aliran lava apabila terjadi erupsi yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan arahan petugas di lapangan.

Warga Pesisir Diminta Tetap Tenang

Peningkatan status Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Lampung dan Banten.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang menghubungkan aktivitas erupsi dengan ancaman tsunami apabila informasi tersebut tidak berasal dari sumber resmi.

Warga diimbau mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG, Badan Geologi, BPBD, serta instansi pemerintah yang berwenang.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Pemerintah mengingatkan bahwa kewaspadaan dan kepatuhan terhadap zona aman menjadi langkah penting dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sumber: Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Selatan, dan ANTARA News Lampung.

Referensi:
– https://lampungprov.go.id/detail-post/status-gak-naik-ke-level-iii-masyarakat-dan-wisatawan-dilarang-beraktivitas-dalam-radius-5-kilometer
– https://lampung.antaranews.com/berita/830016/status-gunung-anak-krakatau-naik-ke-level-iii-siaga
– https://bpbd.lampungselatankab.go.id/berita/status-gunung-anak-krakatau-naik-jadi-siaga-level-iii

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
PapuaTimes