πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

πŸš€ Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

Harga Plastik Melonjak Tajam Hingga 70%, UMKM dan Pedagang Mulai Menjerit

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

PAPUATIMES.com – Industri hilir dan pelaku usaha mikro di Indonesia sedang menghadapi tekanan berat menyusul lonjakan harga produk plastik yang mencapai 60% hingga 70% dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global dan meroketnya harga bahan baku akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Geopolitik dan Pasokan Bahan Baku

Menteri Perdagangan mengonfirmasi bahwa kenaikan harga ini merupakan dampak langsung dari konflik antara AS-Israel dan Iran yang mengganggu jalur distribusi energi di Selat Hormuz. Jalur ini sangat krusial karena merupakan rute utama pengiriman Nafta, bahan baku utama pembuatan biji plastik (polimer).

“Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku plastik dari Timur Tengah. Terganggunya pasokan Nafta secara otomatis mendongkrak biaya produksi di tingkat pabrikan,” jelas perwakilan pemerintah dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Kondisi Riil di Pasar

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga plastik kiloan yang biasanya digunakan untuk kemasan makanan dan minuman mengalami kenaikan drastis:

  • Plastik Es/Kopi: Naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 12.000 per pak.
  • Biji Plastik Murni: Mengalami kenaikan tertinggi dari Rp 35.000 menjadi Rp 56.000 per kilogram.

“Kami terpaksa mengurangi stok belanja plastik karena modalnya naik hampir dua kali lipat. Mau menaikkan harga dagangan takut pembeli kabur, jadi margin keuntungan kami yang tergerus,” ujar salah satu pedagang di Pasar Curug, Tangerang.

Analisis Dampak Ekonomi

Kenaikan ini diprediksi akan memberikan efek domino pada berbagai sektor:

Sektor Terdampak Bentuk Dampak
UMKM Makanan Kenaikan biaya operasional kemasan dan potensi penurunan profit.
Logistik Biaya pembungkus (bubble wrap/stretch film) meningkat.
Lingkungan Mendorong percepatan penggunaan material alternatif (non-plastik).

Upaya Mitigasi

Pemerintah saat ini tengah mengkaji beberapa langkah untuk menstabilkan harga di tingkat domestik, termasuk:

  1. Relaksasi Pajak: Usulan penurunan PPN plastik atau pemberian stimulus PPh Final bagi UMKM terdampak.
  2. Diversifikasi Bahan Baku: Mendorong industri untuk mulai menggunakan plastik daur ulang atau material berbasis nabati guna mengurangi ketergantungan impor.

#HargaPlastik #EkonomiIndonesia #UMKM #KonflikTimurTengah #BahanBakuPlastik

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
PapuaTimes