🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

🚀 Pasang Iklan Sekarang!

Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.

Hubungi Kami

BMKG Prediksi El Niño Berlanjut hingga 2027, Awal Musim Hujan di Banyak Wilayah Mundur

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

JAKARTA, PapuaTimes – Fenomena El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi iklim Indonesia hingga awal 2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampaknya, terutama terhadap ketersediaan air, kebakaran hutan dan lahan, serta potensi bencana ketika musim hujan tiba.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, menyampaikan bahwa kondisi El Niño masih tergolong sangat kuat. Dalam pemaparan pada Rabu, 14 Oktober 2026, ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski El Niño diperkirakan bertahan hingga awal tahun depan, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia akan sepenuhnya mengalami musim kemarau sepanjang periode itu. Musim hujan dan kemarau tetap berlangsung, tetapi pola serta intensitas curah hujan dapat terpengaruh oleh kondisi iklim yang berkembang.

BMKG juga memperkirakan awal musim hujan mengalami kemunduran di sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia dibandingkan pola normalnya. Kondisi ini perlu diperhatikan karena keterlambatan datangnya hujan dapat memperpanjang periode kering di sejumlah daerah.

Namun, ketika musim hujan mulai berlangsung, masyarakat juga diminta tidak lengah. BMKG mengingatkan bahwa apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi setelah periode kering yang panjang, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor tetap perlu diantisipasi.

Pola musim hujan di Indonesia tidak seragam. Sebagian wilayah umumnya mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari, sedangkan wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Maluku dan Papua, memiliki pola musim yang berbeda dan dapat mengalami puncak hujan pada periode lain.

Kondisi tersebut membuat pemantauan informasi cuaca dan iklim setempat menjadi penting. Pemerintah daerah, masyarakat, petani, serta pihak yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana perlu menyesuaikan langkah antisipasi berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan kebutuhan air, mengantisipasi dampak kekeringan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat dan kemungkinan bencana.

Redaksi: PapuaTimes

Sumber berita:

Liputan6 — BMKG Prediksi El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Mundur

Professional Water Treatment - Solusi pengolahan air Papua Care
Klik gambar untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp

Media Papuatimes.com , menyuarakan kebenaran suara litas Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
PapuaTimes