Tingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi KamiTingkatkan exposure bisnis kamu dan jangkau lebih banyak pelanggan hari ini.
Hubungi Kami
TIMIKA — Olahraga panahan mendapat ruang semakin luas untuk berkembang di Kabupaten Mimika melalui kegiatan Archery Exhibition PERPANI Kabupaten Mimika yang digelar di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sabtu, 26 September 2026.
Mengusung tema “Sehat, Fokus, Berprestasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga panahan kepada generasi muda sekaligus mendorong pembinaan atlet sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus PERPANI Kabupaten Mimika Periode 2025–2029 dengan masa bakti empat tahun.
Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Mimika, KONI Kabupaten Mimika, PERPANI Provinsi Papua Tengah, pengurus PERPANI Kabupaten Mimika, pelatih, atlet, pihak sekolah serta sejumlah stakeholder olahraga.
Archery Exhibition mendapat sambutan antusias dari para siswa SATP. Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari kelas-kelas yang telah ditentukan oleh pembina sekolah.
Antusiasme siswa terlihat sejak sesi pengenalan hingga praktik memanah. Saat coach memberikan arahan, para siswa dengan penuh perhatian mengikuti penjelasan mengenai cara memegang busur, memasang anak panah, posisi tubuh, membidik sasaran hingga teknik melepaskan anak panah dengan benar.
Suasana semakin meriah ketika para siswa mendapat kesempatan mempraktikkan langsung teknik yang telah diberikan. Mereka tampak bersemangat mencoba mengarahkan anak panah ke sasaran sekaligus belajar menjaga fokus, konsentrasi, ketenangan dan ketepatan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal olahraga panahan, tetapi juga memberikan pembelajaran tentang disiplin, keberanian, kesabaran dan kemampuan menentukan sasaran.
Antusiasme tersebut menjadi salah satu indikator bahwa olahraga panahan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan sekolah.
Ketua Panitia, AKP Derteus Jemalut, S.E., mengatakan Archery Exhibition menjadi pijakan penting untuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga panahan di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, panah dan busur bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Papua. Sejak dahulu, panah telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya untuk berburu, mencari makanan dan menghadapi kerasnya kehidupan, terutama bagi masyarakat di wilayah pegunungan.
Karena itu, menurut Derteus, PERPANI memiliki peran penting untuk menjembatani kearifan lokal dan tradisi memanah Papua menuju olahraga modern yang terorganisasi dan berprestasi.
Ia berharap semakin banyak anak-anak asli Papua yang tertarik menekuni olahraga panahan.
“Bangga sekali rasanya ketika kita melihat anak-anak Papua berdiri tegak, kuat dan kokoh menjadi atlet modern, menjadi atlet yang dibanggakan.”
Ia menambahkan, dari kegiatan seperti Archery Exhibition inilah dapat muncul bibit-bibit atlet yang kelak membawa nama Kabupaten Mimika, Papua Tengah bahkan Indonesia pada tingkat nasional dan internasional.
Ketua Umum PERPANI Kabupaten Mimika, dr Enny Kenangalem, M.Biomed, mengatakan menerima amanah sebagai Ketua Umum bukan sekadar menerima jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab untuk ikut membangun masa depan olahraga dan generasi muda Mimika.
Menurutnya, panahan memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat Papua.
“Kalau kita berbicara tentang panahan, sebenarnya kita tidak sedang berbicara tentang sesuatu yang baru bagi masyarakat Papua. Sejak dahulu panah dan busur merupakan bagian dari kehidupan masyarakat kita.”
Dr Enny juga menggunakan filosofi noken sebagai gambaran tanggung jawab dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, sebagaimana mama-mama Papua membawa noken yang berisi hasil kebun dan kebutuhan keluarga, pengurus PERPANI juga membawa amanah yang harus dijalankan bersama.
“Busur dan anak panah memiliki sasaran. Noken memiliki beban yang harus dibawa. Begitu juga organisasi ini. Kita memiliki sasaran dan kita juga memiliki tanggung jawab yang harus kita pikul bersama.”
Ia berharap anak-anak yang mengikuti Archery Exhibition tidak berhenti hanya pada pengalaman pertama, tetapi mendapatkan kesempatan untuk terus berlatih melalui dukungan pelatih, fasilitas, program pembinaan dan kompetisi.
Dr Enny juga menyampaikan pentingnya pemerataan pembinaan olahraga panahan hingga ke distrik dan kampung.
Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan olahraga Kabupaten Mimika yang mendorong pembinaan dari kampung ke kota.
Ketua KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh hanya terpusat di wilayah kota.
Menurutnya, pengembangan olahraga harus memberikan kesempatan kepada anak-anak di distrik dan kampung untuk mengenal, berlatih dan mengembangkan potensi mereka.
Dalam konteks panahan, hal tersebut dapat dilakukan secara bertahap melalui penyediaan fasilitas dan distribusi peralatan latihan ke daerah-daerah.
Dengan demikian, pencarian bibit atlet tidak hanya dilakukan di kota, tetapi juga dari kampung dan distrik.
“Kita tidak hanya mencari atlet yang sudah ada di kota, tetapi mencari dan membina bibit-bibit atlet dari kampung dan distrik.”
Kemong menilai olahraga dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membangun kesehatan, disiplin, karakter dan semangat generasi muda.
Ketua PERPANI Provinsi Papua Tengah, Ibu Elisabeth Senawatin, M.Si, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Archery Exhibition dan pelantikan Pengurus PERPANI Kabupaten Mimika.
Ia memberikan pesan kepada para atlet agar tidak takut bermimpi menjadi juara.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi menjadi juara, tetapi ingat, juara tidak lahir dari mimpi saja. Juara lahir dari latihan dan disiplin, mental yang kuat, kewaspadaan, kemampuan kognitif dan kemauan untuk terus belajar.”
Ia juga mengingatkan para atlet untuk menghormati pelatih, menjaga sportivitas, menjaga kekompakan dan membawa nama baik daerah.
Ia berharap suatu saat atlet-atlet Mimika dapat berdiri di podium dengan membawa nama Kabupaten Mimika, Papua Tengah dan Indonesia pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, atlet Papua Tengah memiliki potensi besar dan telah menunjukkan kemampuan bersaing dalam berbagai kejuaraan dengan daerah lain.
Fransiskus Bokeyau, Staf Khusus Bupati Mimika yang hadir mewakili Bupati Mimika, menyampaikan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Olahraga tidak boleh hanya dilakukan ketika ada pertandingan, tetapi perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan menjadikan olahraga sebagai budaya, pembangunan olahraga tidak hanya diarahkan untuk mengejar medali, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, disiplin, tangguh dan berkarakter.
Pesan tersebut selaras dengan tema Archery Exhibition, “Sehat, Fokus, Berprestasi.”
Pelaksanaan Archery Exhibition juga mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia melalui YPMAK serta Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) sebagai lokasi kegiatan.
Dukungan tersebut dinilai sangat penting karena pembinaan olahraga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama ketika kegiatan diarahkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda Papua.
Ketua Panitia, Ketua Umum PERPANI Kabupaten Mimika dan Ketua PERPANI Provinsi Papua Tengah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia melalui YPMAK serta SATP atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Apresiasi juga disampaikan kepada KONI Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika, para pelatih, atlet, orang tua, pembina sekolah dan seluruh stakeholder olahraga yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Para narasumber sepakat bahwa membangun prestasi olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, KONI, PERPANI, sekolah, klub, pelatih, orang tua, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pihak lainnya.
Karena itu, Archery Exhibition di SATP diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan demonstrasi olahraga, tetapi menjadi awal dari pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus mempertemukan budaya, kesehatan, pendidikan dan prestasi dalam satu gerakan untuk membangun olahraga panahan di Kabupaten Mimika.
Antusiasme para siswa saat mengikuti praktik memanah menjadi gambaran bahwa minat generasi muda terhadap olahraga ini sudah mulai tumbuh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana minat tersebut dijaga melalui latihan yang teratur, fasilitas yang memadai, pelatih yang kompeten dan kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.
Dari tradisi memanah Papua, panahan diharapkan terus berkembang menjadi olahraga modern yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dari kampung dan sekolah menuju podium prestasi.
Dari Mimika untuk Papua Tengah dan Indonesia. ( Redaksi )